Pseudosains Dibalik Isue Kiamat 2012

 

Tahun 2012 diramaikan dengan issue  kiamat yang diprediksi terjadi pada tanggal 21 Desember.  Ramalan itu berdasar pada prasasti bangsa Maya tentang astronomi dan pengkalenderan.  Dalam kalender bangsa Maya, tanggal 21 Desember dinyatakan  sebagai akhir dari kalender panjang periode 394 tahunan yang disebut bak’tuns.  Meski bangsa Maya sendiri tidak pernah meramalkan bahwa akhir dari kalender tersebut adalah akhir masa, tetapi banyak ilmuwan  pseudosain (ilmu semu) yang mencoba menafsirkan akhir kalender tersebut sebagai akhir masa atau disebut sebagai “doomsday” atau “kiamat”.  Padahal sebetulnya akhir kalender  menunjukan bahwa  kalender baru harus dimulai lagi.  Dari sini muncul banyak spekulasi  dari ilmuwan pseudosain dan rekaan bukti untuk mendukung akan kebenaran propesi  kiamat 2012.

Salah satu ciri khas dari ilmuwan pseudosain adalah mereka mencari bukti untuk mendukung klaim mereka, atau bahkan merekayasa, ataupun menciptakan bukti yang berdasarkan hanya pada rantai kebenaran logika.  Sedangkan dalam ilmu nyata, ilmuwan akan melihat semua bukti, mengembangkan hipotesis, menguji hipotesis dalam percobaan yang terkontrol, dan kemudian mempublikasikannya dalam jurnal yang di peer-review.   Para ilmuwan pseudosain pendukung kiamat 2012 berhipotesa bahwa kalender Maya meramalkan akhir dari dunia, sehingga mereka mencari dan memilah bukti yang dapat mendukung pernyataan mereka.  Bukti-bukti yang mereka ungkapkan memang luar biasa, karena klaim yang luar biasa harus didukung oleh data yang luar biasa pula, bahkan dapat dikatakan tidak ada satupun bukti yang lemah yang dipakai untuk mendukung klaim itu.

Meskipun tahun lalu NASA telah menerbitkan sebuah tanggapan terhadap klaim mereka diakhir tahun 2011 bahwa tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi pada bumi kita di tahun 2012.  NASA juga menegaskan bahwa bumi kita telah 4 miliar tahun bergaul baik-baik saja dengan obyek-obyek langit yang lain, demikian juga para ilmuwan yang kredible diseluruh dunia juga tidak yang menyatakan adanya ancaman terhadap bumi kita yang terkait di tahun 2012.

Para pendukung propesi kiamat juga menyatkan bahwa ada planet besar yang disebut Nibiru yang akan menabrak bumi pada tahun 2012.  Tidak ada bukti, bahkan khayalan yang mendukung keyakinan itu, tetapi mereka buat beberapa teori  tentang itu yang seolah-olah benar menurut logika.  Menurut  Don Yeomans, kepala kantor  NEOPO (Near-Earth Objects Program Office) dari NASA menyatkan bahwa jika ada planet sebesar yang diklaim para psedosaintis kiamat 2012 datang ke bumi pasti kita akan melihatnya cukup lama.  Jika planet itu tak terlihat, bagaimana kita bisa merasakan efek grafitasinya.  Disamping itu ribuan Astronom memindai langit setiap hari, dan tak satupun yang menyatakan pengamatannya akan datangnya planet Nibiru.  Tentu saja, ada konspirasi  yang menyatakan bahwa para  astronom didanai oleh evolusionis untuk memblokir informasi itu sehingga mereka menyimpan rahasia itu dalam-dalam.  Tetapi dapatkah ribuan astronom yang mengamati alngit setiap hari itu menjaga rahasia yang sama ke masyarakat selama bertahun-tahun. Disamping itu juga banyak astronom amatir juga yang mencari benda-benda langit untuk namanya sendiri, kalau dia bisa mendapatkan gambar planet besar tersebut dari teleskopnya pasti dia akan segera menyebarkannya melalui jalur internet atau membuat foto-foto besar.

Ciri khas lain dunia pseudosains adalah jika salah satu bukti dianggap omongkosong maka mereka hanya akan mengocok lepas,  lalu berpindah ke bukti yang lain.  Mereka mencari bukti untuk mendukung teori, dan bukan melihat apakah teorinya  didukung oleh bukti.  

Issue berikutnya yang diangkat oleh pendukung kiamat 2012 adalah tentang  jilatan api matahari (Solar flare) yang akan membahayakan bumi dan umat manusia.  Tetapi menurut ilmuwan NASA Radiasi dari jilatan api matahari memang dapat merusak satelit yang mengorbit, namun perisai magnetosfer Bumi  dapat melindungi penduduk bumi jari jilatan lidah api besar matahari itu, dan flare tidak terkait langsung dengan masalah kesehatan.

Lalu para ilmuwan pseudosains mencoba menggunakan bukti lain, yakni kesejajaran planet.  Para ilmuwan psedo tersebut percaya bahwa  planet lain dan matahari akan sejajar dengan Bumi dan pusat galaksi pada bulan Desember dan menyebabkan pasang surut  dahsyat serta bencana yang sangat besar.   Menurut ilmuwan NASA lagi tidak ada efek pasang surut di bumi selain akibat dari gravitasi bulan dan matahari.  Bulan adalah planet yang terdekat dengan bumi, sedangkan matahari disamping ukurannya yang sangata besar dibandingkan bumi  juga yang sangat dekat dibandingkan terhadap bintang lain dijagat raya.  Sedangkan planet lain memiliki efek yang dapat diabaikan di Bumi.

Para pseudosaintis  doomsday juga membuat bukti lain, pada tanggal 21 Desember terjadi  perpindahan kutub magnet bumi.    Padahal menurut NASA sumbu rotasi  bumi tidak dapat berggeser karena orbit bulan mengelilingi Bumi stabil dan tidak memungkinkan untuk pergeseran orbit.  Yeomans kemudian mencatat bahwa memang medan magnet bumi berggeser setiap setengah-juta tahun atau lebih, namun tidak ada bukti  yang kuat bahwa perpindahan itu akan terjadi tiba-tiba, tetapi melalui proses yang cukup lama dan tidak mungkin terjadi pada bulan Desember 2012.  Bahkan jika medan magnet memang harus bergeser,  pergeseran itu membutuhkan waktu ribuan tahun, dan jika itu terjadi tentu tidak akan menimbulkan masalah di bumi terlepas dari kenyataan bahwa kita akan harus mengkalibrasi ulang kompas yang kita pakai.

Disamping berdasar pada kalender bangsa Maya, Banyak tokoh-tokoh ilmuwan pseudosains yang mencoba meramalkan akan datangnya kiamat dalam waktu dekat.  Akankah teori-teori mereka membawa kenyataan!  Bagi  kita kaum yang beragama, kita akan tahu kapan kiamat itu datang tentunya berdasarkan pada informasi pembuat jagat raya melalui Rasulnya, dan bukan melalui prediksi manusia.  Kita tentu tahu tanda-tanda bahwa kiamat akan datang berdasarkan nubuah yang disampaikan Rasul.  Ilmuwan  riil sekalipun susah untuk mendapatkan bukti yang cukup kuat untuk memprediksi kapan kiamat akan datang.  Sedangkan pseudoaintis mereka hanyalah mencoba mereka-reka dan membuat prediksi, tidak tahu untuk tujuan apa, yang jelas bukti-bukti yang mereka kemukakan mungkin benar secara teori dan logika, tetapi secara nyata harus sesuai dengan data yang akurat berdasarkan kajian yang sebenarnya, dan bukan sekedar rekaan.

Aplikasi Partikel Rendering

Blender untuk rendering partikel

Tutorial mengenai pembangkitan partikel efek berbasis blender dapat diunduh disini. Tutorial ini berisi skripting untuk kompilasi dengan python blender.

HellHeavean (HH) untuk efek-efek partikel

Berbagai macam visual efek dapat dengan mudah dirender menggunakan HH editor.  Sedangkan editornya dapat diperoleh dari situs HellHeaven. HH juga menyediakan fasilitas scripting yang memungkinkan kita memasukan persamaan-persamaan matematis untuk mengatur dinamika partikel. Tutorial tentang partikel rendering dan beberapa contoh dan penjelasannya tersedia cukup lengkap dalam wiki HH.  Beberapa contoh demo dengan directX juga memberikan gambaran tentang penggunaan GPU  dan juga menyediakan runtime engine OGRE  dalam bahasa C++.

OpenGl billboard dan efek air

Efek air dan pembangkitan teksture dan billboards berdasarkan openGl dalam bahasa C dijelaskan disini.

DirectX 11 Partikel Renderer

Pengenalan tentang geometri shader telah dimulai di DirectX 10. Geometri shader banyak berguna untuk berbagai keperluan termasuk billbords dan partikel rendering. Tutorial directX tentang Billboarding dan sistem partikel menjelaskan bagaimana memanfaatkan HLSL untuk keperluan-keperluan tersebut. Billboards juga dibahas di NeHe.  Billboarding pada DirectX10 biasanya dikaitkan dengan geometri shader.

PEMODELAN ASAP

Simulasi Fluida dengan PhysX

Simulasi fluida dengan menggunakan GPU dan PhysX dijelaskan melalui powerpoint oleh Mark Haris dari NVDIA. Pembahasan dimulai dari penjelasan tentang PhysX kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang simulasi fluida berbasis pada sistem partikel, solver fluida, SPH, algoitma GPU, struktur data, dan Rendering Fluida.  Titik berat pembahasan presentasi tersebut adalah bagaimana implementasi SPH dalam GPU, sehingga kita bisa memanfaatkan GPU untuk paralisasi SPH.

Pemrograman Asap Berbasis pada Sistem Partikel

Pemrograman asap cukup menjadi tantangan bagi pembuatan berbagai model, baik untuk keperluan game, animasi, ataupun penelitian. Tautan berikut memberikan contoh kode dalam bahasa C yang dikompilasi dengan Visual C++ 2008 dengan judul : “Smoke, Fountain, and Fire Simulation “.  Program tersebut merupakan langkah-langkah dasar dalam menciptakan sistem partikel. Untuk mencoba program disediakan file binernya tetapi memerlukan tambahan file glut32.dll pada folder yang sama.

Mesin Partikel Menggunakan Kepingan Segitiga

Pembahasan pembuatan mesin partikel untuk berbagai keperluan telah disediakan dalam tutorial berbasis OpenGl di NeHe.  Program mesin partikel yang dibahas menggunakan potongan-potongan segitiga untuk membangkitkan sistem partikel. Kode program ditulis dalam berbagai macam bahasa pemrograman termasuk Visual Studio.NET.  Program itu merupakan bagian dari tutorialnya NeHe pada pelajaran ke 19.  Tutorial lain yang menjelaskan tentang mesin partikel berdasarkan OpenGL juga dibahas dalam Swiftless Tutorial.  Dalam tutorial tersebut ditunjukan kode-kode programnya dalam bahasa C.  Mesin partikel tersebut ditujukan untuk memberikan sifat-sifat dinamis partikel termasuk pewarnaan bagi setiap partikel. Penjelasan lebih detil tentang penggunaan openGl dalam mengolah partikel dapat dilihat disini.

Continue reading